Sapa Sekolah Dinas Pendidikan Bersama Sekretaris Daerah : Penguatan Pesantren Ramadhan dan Gerakan Nagari Mengaji
Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan kembali melaksanakan kegiatan Sapa Sekolah bersama Sekretaris Daerah pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan agenda utama sosialisasi persiapan Pesantren Ramadhan jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Kegiatan ini menjadi forum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta orang tua dalam menyukseskan program pembinaan karakter dan literasi keagamaan peserta didik selama bulan suci Ramadhan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin, S.KM., M.Kes, Kepala Dinas Pendidikan Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si, Sekretaris Dinas Darmawi, M.Pd, para Kepala Bidang PAUD, SD, dan SMP, kepala sekolah, pengawas, penilik, serta orang tua siswa.
Sekretaris Daerah secara resmi membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inovasi Sapa Sekolah sebagai ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua. Forum ini dinilai strategis untuk menyerap aspirasi serta memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan generasi masa depan Pesisir Selatan.
Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting dalam membentuk karakter generasi yang religius, berakhlak, dan berdaya saing. Pelaksanaan kegiatan ini harus selaras dengan gerakan Nagari Pandai dan Nagari Mengaji yang menjadi prioritas pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis pendidikan dan nilai keagamaan.
Berdasarkan data pendataan kemampuan baca Al-Qur’an, pada jenjang SMP dari 16.021 siswa, sebanyak 9.245 siswa telah pandai membaca Al-Qur’an, 3.585 siswa berada pada tahap Iqra’, 2.402 siswa belum pandai membaca, dan 1.864 siswa merupakan peserta tahfidz. Sementara pada jenjang SD dari 49.981 siswa, sebanyak 18.040 siswa sudah pandai membaca, 21.014 siswa tahap Iqra’, 11.663 siswa belum pandai membaca, dan 6.058 siswa tahfidz. Data ini menunjukkan capaian yang cukup baik, namun tetap memerlukan penguatan pembinaan agar literasi Al-Qur’an semakin merata di seluruh kecamatan.
Sekretaris Daerah juga menekankan bahwa Pesantren Ramadhan harus menjadi penggerak implementasi Nagari Mengaji di lingkungan sekolah dan masjid. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan ibadah, memperdalam bacaan Al-Qur’an, memahami nilai-nilai akhlak, serta membangun kebiasaan religius yang berkelanjutan hingga di luar bulan Ramadhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si dalam arahannya menegaskan bahwa pendidikan adalah upaya mempersiapkan masa depan anak-anak. Pendampingan harus dilakukan secara serius agar anak-anak tumbuh sesuai zamannya dan berkembang berdasarkan minat serta bakatnya, baik di bidang sains, olahraga, maupun bidang lainnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam setiap proses pendidikan, serta mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan kehendak kepada anak.
Pesantren Ramadhan akan dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Untuk jenjang PAUD serta kelas 1, 2, dan 3 SD, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Ramadhan Ceria di sekolah dengan pendampingan guru melalui praktik ibadah, cerita nabi, pembiasaan doa, dan kegiatan menyenangkan agar anak tetap aktif dan tidak bermalas-malasan selama Ramadhan.
Kelas 4 dan 5 SD serta kelas 7 dan 8 SMP melaksanakan pesantren di masjid terdekat sebagai bagian dari penguatan Nagari Mengaji, sehingga sekolah dan masjid bersinergi dalam pembinaan karakter religius siswa. Sementara kelas 6 SD dan kelas 9 SMP difokuskan pada pendampingan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sekolah masing-masing guna mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan.
Sebagai bentuk keseriusan, Dinas Pendidikan menerapkan pola pembimbingan terstruktur melalui komunitas belajar. Setiap Guru PAI/PQ membimbing minimal 20 siswa sesuai level kemampuan, dengan melibatkan guru kelas, guru mata pelajaran, guru BK, serta memberdayakan mahasiswa dan masyarakat yang memiliki kemampuan baca Al-Qur’an. Evaluasi dilakukan setiap enam bulan guna memastikan perkembangan yang terukur dan berkelanjutan.
Dinas Pendidikan juga tengah melakukan penginputan data nominatif sementara yang akan ditetapkan menjadi data nominatif tetap, serta terus mendorong implementasi program wajib belajar 13 tahun sebagai komitmen peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan.
Kegiatan Sapa Sekolah ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan jumlah peserta Zoom mencapai 1.000 orang, serta disiarkan secara langsung melalui YouTube yang diikuti sekitar 150 peserta. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya komitmen satuan pendidikan dan orang tua dalam mendukung suksesnya Pesantren Ramadhan dan penguatan gerakan Nagari Mengaji di Kabupaten Pesisir Selatan.
Melalui kegiatan Sapa Sekolah ini, Pesantren Ramadhan diharapkan menjadi penguatan nyata dalam mewujudkan program pembangunan daerah bidang pendidikan melalui Nagari Pandai dan Nagari Mengaji, sebagai fondasi membangun generasi Pesisir Selatan yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, berkarakter, dan berdaya saing menuju Pesisir Selatan yang maju, religius, dan berdaya saing.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.