Pesisir Selatan — Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan kembali menghadirkan diskusi edukatif melalui program Sapa Sekolah dengan mengangkat tema “Rencana Aksi Nagari Pandai dan Nagari Mengaji”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh panitia Nagari Pandai dan Nagari Mengaji, pengawas SD dan SMP, kepala sekolah SD dan SMP, KKG, KKGO, KKGPAI, serta MGMP seluruh mata pelajaran di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Darmawi,M.Pd sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Darmawi,M.Pd menyampaikan bahwa program Nagari Pandai dan Nagari Mengaji merupakan sebuah gagasan besar untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan nilai keagamaan yang kuat.
Menurutnya, program ini lahir dari semangat falsafah Minangkabau “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, yang menegaskan bahwa kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai agama dan budaya. Ia menjelaskan bahwa saat ini pendidikan formal berkembang sangat pesat, namun pembentukan karakter dan pemahaman agama tetap harus menjadi perhatian utama agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan etika yang baik.
“Melalui Nagari Pandai dan Nagari Mengaji, kita ingin menghadirkan harmoni antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Anak-anak kita harus mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman,” ujar Darmawi.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kata “Pandai” tidak hanya bermakna pintar secara akademis, tetapi juga mencakup kemampuan beradaptasi, mengelola sumber daya, menjaga lingkungan, serta memanfaatkan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat. Sementara itu, “Mengaji” dimaknai lebih luas, yakni belajar memahami ajaran agama, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pondasi dalam setiap tindakan.
Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai budaya dan agama. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kembali peran surau, masjid, taman pendidikan Al-Qur’an, dan sekolah sebagai pusat pembelajaran dan pembentukan karakter masyarakat.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, berbagai langkah strategis telah dirancang, di antaranya penguatan kurikulum berbasis nilai agama dan adat, pengembangan peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah nagari, sekolah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Sapa Sekolah ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi dalam mendukung implementasi program Nagari Pandai dan Nagari Mengaji demi terwujudnya generasi emas yang beriman, berilmu, berkarakter, dan berprestasi.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Minangkabau di tengah arus globalisasi, dengan tetap menjadikan nilai adat dan agama sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.