Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam rangka memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional yang terintegrasi, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Kegiatan strategis tingkat nasional ini dilaksanakan selama tiga hari, 9–11 Februari 2026, bertempat di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat.
Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkeadilan, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Kegiatan Konsolnas 2026 berada di bawah arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam arahannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya konsolidasi kebijakan sebagai fondasi utama dalam memastikan kesinambungan dan keberlanjutan program pendidikan nasional. Melalui forum ini, Kemendikdasmen mendorong terbangunnya kesamaan persepsi, keselarasan kebijakan, serta penguatan langkah strategis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar setiap kebijakan pendidikan dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke satuan pendidikan.
Konsolnas Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 menjadi ruang temu strategis nasional yang mempertemukan berbagai unsur penting dalam ekosistem pendidikan. Sebanyak 906 peserta turut berpartisipasi, yang terdiri dari 590 Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Indonesia, 183 perwakilan Kemendikdasmen, serta 107 perwakilan organisasi profesi pendidikan dan kementerian/lembaga terkait. Kehadiran para pengambil kebijakan dari berbagai daerah tersebut memperkuat posisi Konsolnas sebagai forum koordinasi nasional dalam menyelaraskan arah kebijakan dan program pendidikan.
Dalam forum ini, peserta secara komprehensif membahas sembilan kebijakan prioritas pendidikan nasional yang menjadi fokus pembangunan pendidikan tahun 2026, meliputi Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, Tes Kemampuan Akademik, Data Pokok Pendidikan, Pendidikan Karakter dan Manajemen Talenta, Tata Kelola Guru, Kebahasaan, serta Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial (KA), dan Bimbingan Konseling (BK). Kesembilan kebijakan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
Melalui pembahasan yang mendalam dan terstruktur, Konsolnas 2026 diharapkan mampu menghasilkan kesepahaman bersama serta langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan secara selaras di seluruh daerah. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar transformasi pendidikan tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan di satuan pendidikan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si. Kehadiran tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional serta memperkuat peran daerah dalam menyukseskan program-program strategis Kemendikdasmen. Partisipasi aktif dalam Konsolnas ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperluas koordinasi dan memperkuat implementasi kebijakan pendidikan di daerah.
Dengan terselenggaranya Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, diharapkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan semakin solid dalam melangkah bersama, memperkuat kolaborasi, serta mendorong terwujudnya pendidikan yang bermutu, merata, dan berkelanjutan. Konsolnas ini menjadi pijakan strategis dalam mewujudkan visi pendidikan nasional demi menyiapkan generasi Indonesia yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.